setelah sekian lama tidak mengunjungi blog ini, akhirnya kembali teringat akan tempat mencurahkan hati yg sudah lama terlupakan. disinilah tempatnya....
kenapa harus keluar judul ini di pikiran. karena teringat akan pesan "belajar lah sampai ke negeri cina". menurut saya ini adalah sesuatu yg benar. karena manusia mulai dilahirkan sudah mulai belajar entah disadari atau tidak. seorang bayi yg baru lahir sudah mulai belajar untuk mengenali lingkungannya. Mengenali yang mana Ayah dan Ibu nya. Lebih besar lagi dia belajar untuk bicara, merangkak, berjalan dan akhirnya bisa berlari. Mungkin secara harfiah kita belajar lewat sekolah. Melalui pendidikan formal. tapi diluar itu masih banyak hal yang membuat kita belajar. disaat kita mendapat kesuksesan kita juga belajar. belajar agar bisa mensyukuri apa yang telah kita raih dan akan membuat kita menjadi lebih rendah hati. disaat kita gagal kita juga belajar. belajar agar kita bisa bangkit lagi dan berusaha lebih keras lagi agar dapat tercapai yang kita inginkan. baik yang kaya dan yang miskin mestinya bisa belajar. yang kaya belajar untuk berbagi kepada sesama agar merasakan bagaimana susahnya mendapatkan sesuatu. bukan berarti menghambur-hamburkan kekayaannya tiada arti karena merupakan warisan dari orang yg sudah belajar dalam mendapatkan sesuatu. si miskin juga harus belajar. dia harus belajar untuk berusaha keras meski hidupnya susah. bukan berarti hanya meminta-minta dan mengandalkan belas kasihan dari orang untuk hidup.
dari urutan fase hidup kita dari kecil, remaja, menikah, punya anak dan tua semuanya memerlukan pembelajaran. pada saat kita menikah kita belajar untuk membina rumah tangga yang baik dan harmonis. untuk laki-laki harus belajar menjadi suami yang baik dan perempuan belajar menjadi istri yang baik. ketika mempunyai anak maka belajarlah menjadi orang tua yang baik bagi anaknya. agar anaknya bisa menjadi anak yg baik. anak yang bisa mulai belajar seperti orang tuanya dulu. ketika tua pun kita mesti harus belajar. belajar bagaimana agar kita nanti jika saatnya harus meninggalkan dunia ini, sudah punya bekal yg cukup (meski hal ini mestinya juga harus dipelajari mulai kita akil baligh). sudah menjalani hidup yang berarti. dan akan sangat mulia sekali jika nama kita masih dikenang orang mesti kita tiada (dikenang dalam kebaikan). untuk itu jangan pernah ada kata selesai untuk terus belajar. agar kita hidup menjadi manusia yang berarti.
Jumat, 16 Oktober 2009
Selasa, 22 Januari 2008
belajar dari alam...
ketika teringat akan pesan dari tokoh besar sepanjang zaman Nabi Muhammad SAW.
"hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini".
apa yang dapat kita ambil dari sini? inti dari pesan itu adalah pembelajaran. apa yang kita lakukan kemarin menjadi pelajaran bagi kita untuk melakukan sesuatu hari ini sehingga bisa menjadi lebih baik. begitu pula dengan besok harus belajar dari apa yang kita lakukan hari ini.
Alam yang menjadi tempat kita tinggal juga merupakan anugerah yang tak terhingga yang diberikan tuhan kepada kita. banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dari alam. jika melihat jauh kebelakang dalam sejarah pengetahuan, Isaac Newton tokoh besar penemu gaya gravitasi sebenarnya hanya terinspirasi dari sebuah apel yang jatuh. dari hal sederhana yang terjadi di alam sebenarnya menyimpan sebuah ilmu pengetahuan yang sangat banyak. itu sudah dibuktikan oleh Isaac Newton sendiri melalui teorinya (hukum gravitasi) dan sangat berpengaruh besar terhadap ilmu pengetahuan manusia hingga saat ini.
dari sinilah kita bisa belajar. dari hal di sekitar kita. dari Alam tempat kita hidup. banyak hal yang belum kita ketahui dan mungkin tidak akan pernah kita ketahui.
seperti kutipan dalam sebuah lagu karya iwan fals yang berjudul "kupu-kupu hitam putih"
...."berguru pada kenyataan"
"pada makhluk tuhan yang katanya tak berakal"...
dari hewan yang katanya tidak memiliki akal dan lebih rendah dari manusia kita juga bisa memetik beberapa hal untuk kita belajar.
"seekor merpati yang selalu setia pada pasangannya".
"seekor kanguru yang selalu mencintai anaknya dengan menggendong dalam kantung perutnya".
"seekor ikan salmon yang berenang bermil-mil jauhnya hanya untuk bertelur demi melestarikan keturunannya".
"seekor lebah yang selalu bekerja mencari madu hingga akhir hayatnya untuk sang ratu".
dan banyak lagi yang lain yang mungkin bisa kita petik pelajaran dari alam ini.itu hanya setitik contoh dari lautan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh alam.dan sekali lagi kita sebagai manusia harus bersyukur. kita harus berpikir seribu kali atau mungkin berjuta-juta kali atau mungkin seribu juta kali untuk membiarkan alam yang kita tinggali ini rusak oleh tangan kita sendiri. masih banyak sekali "misteri" di alam kita yang belum kita ketahui. untuk itu kita harus berusaha memulai dari diri kita sendiri agar alam yang kita tinggali ini tidak rusak oleh tangan kita sendiri.
"hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini".
apa yang dapat kita ambil dari sini? inti dari pesan itu adalah pembelajaran. apa yang kita lakukan kemarin menjadi pelajaran bagi kita untuk melakukan sesuatu hari ini sehingga bisa menjadi lebih baik. begitu pula dengan besok harus belajar dari apa yang kita lakukan hari ini.
Alam yang menjadi tempat kita tinggal juga merupakan anugerah yang tak terhingga yang diberikan tuhan kepada kita. banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dari alam. jika melihat jauh kebelakang dalam sejarah pengetahuan, Isaac Newton tokoh besar penemu gaya gravitasi sebenarnya hanya terinspirasi dari sebuah apel yang jatuh. dari hal sederhana yang terjadi di alam sebenarnya menyimpan sebuah ilmu pengetahuan yang sangat banyak. itu sudah dibuktikan oleh Isaac Newton sendiri melalui teorinya (hukum gravitasi) dan sangat berpengaruh besar terhadap ilmu pengetahuan manusia hingga saat ini.
dari sinilah kita bisa belajar. dari hal di sekitar kita. dari Alam tempat kita hidup. banyak hal yang belum kita ketahui dan mungkin tidak akan pernah kita ketahui.
seperti kutipan dalam sebuah lagu karya iwan fals yang berjudul "kupu-kupu hitam putih"
...."berguru pada kenyataan"
"pada makhluk tuhan yang katanya tak berakal"...
dari hewan yang katanya tidak memiliki akal dan lebih rendah dari manusia kita juga bisa memetik beberapa hal untuk kita belajar.
"seekor merpati yang selalu setia pada pasangannya".
"seekor kanguru yang selalu mencintai anaknya dengan menggendong dalam kantung perutnya".
"seekor ikan salmon yang berenang bermil-mil jauhnya hanya untuk bertelur demi melestarikan keturunannya".
"seekor lebah yang selalu bekerja mencari madu hingga akhir hayatnya untuk sang ratu".
dan banyak lagi yang lain yang mungkin bisa kita petik pelajaran dari alam ini.itu hanya setitik contoh dari lautan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh alam.dan sekali lagi kita sebagai manusia harus bersyukur. kita harus berpikir seribu kali atau mungkin berjuta-juta kali atau mungkin seribu juta kali untuk membiarkan alam yang kita tinggali ini rusak oleh tangan kita sendiri. masih banyak sekali "misteri" di alam kita yang belum kita ketahui. untuk itu kita harus berusaha memulai dari diri kita sendiri agar alam yang kita tinggali ini tidak rusak oleh tangan kita sendiri.
Senin, 07 Januari 2008
Rasa Iba....
kita patut bersyukur sebagai manusia yang merupakan makhluk yang dibekali dengan akal, pikiran, rasa dan karsa. kenapa? dahulu (menurut cerita) iblis diperintahkan untuk menyembah manusia (konon) tetapi tidak mau karena merasa diciptakan dari bahan yang lebih mulia. manusia bisa menjadi lebih mulia dari malaikat ataupun malah sebaliknya, lebih rendah dari iblis. itu yang menjadi nilai lebih tersendiri dari manusia. iblis atau setan tidak akan pernah jadi baik karena mereka diciptakan untuk manjadi buruk. malaikat tidak akan pernah ingkar karena diciptakan untuk tidak ingkar.tapi manusia?...
sedikit jauh dari hal diatas ketika melihat seorang anak yang meminta di persimpangan jalan. membayangkan ketika kita berada pada posisinya mungkin akan sangat sedih sekali. betapa beruntungnya kita bisa diberikan kenyamanan, kemudahan, kebahagiaan hingga sekarang daripada mereka yang berjuang untuk meminta sekedar uang untuk makan, di tengah persimpangan jalan dalam keadaan haus dan lapar. Siapa yang sebenarnya salah? hingga keadaan mereka menjadi seperti itu. Apa salah orang tua mereka? karena malas bekerja hingga anak mereka berusaha untuk mencari makan sendiri. Atau salah Pemerintah? (dalam UU disebutkan anak jalanan dipelihara oleh negara) tapi apa buktinya....tetap saja ada anak-anak yang "kurang beruntung" itu.
memang semua manusia memiliki Rasa Iba dalam diri mereka masing-masing. tapi tidak semua manusia bisa memuaskan rasa Iba tersebut. atau mungkin ada yang berusaha untuk menekannya hingga tidak ada yang tersisa (semoga tidak terjadi dalam diri kita).
ingin rasanya membantu meringankan beban mereka. tapi apa daya jika diri hanya seorang yang menggantungkan hidup kepada orang lain (baca : orang tua) bisa membantu orang yang bisa "bertahan" hidup sendiri, meski berat bebannya.
ada kalanya ketika "melihat" ke bawah, kita bisa bersyukur atas apa yang kita dapat. tapi ada kalanya juga ketika kita "melihat" ke atas kita selalu menyesal dengan diri kita. memang manusiawi sifat tersebut.alangkah baiknya jika kita selalu melihat kebawah agar kita selalu bersyukur.
semoga kita menjadi manusia yang selalu bersyukur karena itu yang akan menjadikan kita seorang manusia yang rendah hati.
sedikit jauh dari hal diatas ketika melihat seorang anak yang meminta di persimpangan jalan. membayangkan ketika kita berada pada posisinya mungkin akan sangat sedih sekali. betapa beruntungnya kita bisa diberikan kenyamanan, kemudahan, kebahagiaan hingga sekarang daripada mereka yang berjuang untuk meminta sekedar uang untuk makan, di tengah persimpangan jalan dalam keadaan haus dan lapar. Siapa yang sebenarnya salah? hingga keadaan mereka menjadi seperti itu. Apa salah orang tua mereka? karena malas bekerja hingga anak mereka berusaha untuk mencari makan sendiri. Atau salah Pemerintah? (dalam UU disebutkan anak jalanan dipelihara oleh negara) tapi apa buktinya....tetap saja ada anak-anak yang "kurang beruntung" itu.
memang semua manusia memiliki Rasa Iba dalam diri mereka masing-masing. tapi tidak semua manusia bisa memuaskan rasa Iba tersebut. atau mungkin ada yang berusaha untuk menekannya hingga tidak ada yang tersisa (semoga tidak terjadi dalam diri kita).
ingin rasanya membantu meringankan beban mereka. tapi apa daya jika diri hanya seorang yang menggantungkan hidup kepada orang lain (baca : orang tua) bisa membantu orang yang bisa "bertahan" hidup sendiri, meski berat bebannya.
ada kalanya ketika "melihat" ke bawah, kita bisa bersyukur atas apa yang kita dapat. tapi ada kalanya juga ketika kita "melihat" ke atas kita selalu menyesal dengan diri kita. memang manusiawi sifat tersebut.alangkah baiknya jika kita selalu melihat kebawah agar kita selalu bersyukur.
semoga kita menjadi manusia yang selalu bersyukur karena itu yang akan menjadikan kita seorang manusia yang rendah hati.
Sabtu, 29 Desember 2007
UNTUK APA...??
suatu hari tersadar ketika melihat sebuah awan yang sangat hitam pekat di atas di hiasi dengan kilatan petir yang menggelegar. terbayang sekali kekuatan yang amat dashyat yang timbul dari petir itu. jika di kembalikan lagi dari mana awan itu berasal? hanya sebuah gas yang berkumpul jadi satu menjadi suatu yang "besar" dan memiliki kekuatan yang "besar" pula. dari situ lalu timbul pikiran bahwa kita sebagai manusia jadi terlihat kecil dibandingkan alam semesta. tidak ada setitik air di lautan. kadang hati bertanya kenapa tuhan menciptakan kita manusia?...
bukankah bumi menjadi tambah "rusak" dengan adanya manusia? kenapa harus ada "penyelamat" dan "penghancur" dalam peran kehidupan manusia. apa semua itu memang dibuat seimbang??..
dari kita lahir kita hidup menjadi anak-anak, bermain, dan belajar. kemudian kita menjadi remaja, disini merupakan proses dalam hal meraih kedewasaan. setelah itu kita menikah, bekerja, punya anak dan mati. apakah hidup cuma sesederhana itu.
seperti sunan Kalijaga bilang dalam lagunya "Lir-Ilir" :
"..
cah angon cah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
..."
dalam bahasa indonesia : panjatkan pohon blimbing itu meskipun licin
jadi intinya adalah proses ketika mengambil buah blimbing itu. tetap pantang menyerah meskipun pohonnya licin.
lagu ini adalah sebuah karya dari orang besar di Jawa. seorang sunan yang terkenal karena kepintarannya dan kearifannya.
hidup adalah sebuah proses yang harus dijalani setiap manusia. dari perjalanan proses ini nantinya yang akan membedakan kehidupan setiap manusia.
untuk apa manusia harus diciptakan?....
kenapa harus ada yang jahat dan yang baik?...
kenapa harus ada laki-laki dan perempuan?...
hanya TUHAN yang tahu.
kita sebagai manusia hanya bisa melakukan yang terbaik. jawabannya akan kita dapatkan ketika kita telah melalui semua proses yang akan kita hadapi.
bukankah bumi menjadi tambah "rusak" dengan adanya manusia? kenapa harus ada "penyelamat" dan "penghancur" dalam peran kehidupan manusia. apa semua itu memang dibuat seimbang??..
dari kita lahir kita hidup menjadi anak-anak, bermain, dan belajar. kemudian kita menjadi remaja, disini merupakan proses dalam hal meraih kedewasaan. setelah itu kita menikah, bekerja, punya anak dan mati. apakah hidup cuma sesederhana itu.
seperti sunan Kalijaga bilang dalam lagunya "Lir-Ilir" :
"..
cah angon cah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
..."
dalam bahasa indonesia : panjatkan pohon blimbing itu meskipun licin
jadi intinya adalah proses ketika mengambil buah blimbing itu. tetap pantang menyerah meskipun pohonnya licin.
lagu ini adalah sebuah karya dari orang besar di Jawa. seorang sunan yang terkenal karena kepintarannya dan kearifannya.
hidup adalah sebuah proses yang harus dijalani setiap manusia. dari perjalanan proses ini nantinya yang akan membedakan kehidupan setiap manusia.
untuk apa manusia harus diciptakan?....
kenapa harus ada yang jahat dan yang baik?...
kenapa harus ada laki-laki dan perempuan?...
hanya TUHAN yang tahu.
kita sebagai manusia hanya bisa melakukan yang terbaik. jawabannya akan kita dapatkan ketika kita telah melalui semua proses yang akan kita hadapi.
Sabtu, 24 November 2007
Salah lagi......
Penyesalan memang tidak ada gunanya. kesalahan yang telah kita lakukan memang tidak mudah untuk diperbaiki. meskipun itu hanya kesalahan kecil. selalu saja ada penyesalan di akhir (karena penyesalan memang muncul di akhir jika di awal bukan penyesalan namanya.) dan itu yang membuat kita selalu kecewa pada diri kita sendiri kenapa kita harus berbuat kesalahan. Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu menyesal jika bersalah. Tetapi yang membedakan tiap manusia adalah bagaimana proses pembelajaran dia ketika menyesal. Apakah dia akan mengulangi lagi kesalahan itu?... atau tidak mengulanginya lagi.
Memang susah untuk mengendalikan keinginan kita ketika rasa penasaran yang besar timbul. Kita selalu berusaha bagaimana agar memuaskan rasa penasaran itu. Berbagai macam cara akan ditempuh untuk memenuhinya. Hal ini akan sangat berguna bahkan memajukan ilmu pengetahuan jika rasa penasaran itu ada pada diri seorang yang pintar, jenius, tekun dan tentunya baik hati. lahirnya penemu besar seperti Albert Einstein, Thomas Alva Edison, Isaac Newton lahir berkat rasa penasaran ini. Tapi bagaimana jika hanya orang biasa yang mangalaminya. apalagi hanya orang iseng yang ingin tahu "sesuatu" dari orang lain, yang diliputi rasa penasaran itu. hasilnya adalah hanya menjadi "intruder" (baca :penyusup) bagi privasi orang lain.
Berawal hanya dari kesalahan kecil yang dianggap remeh tetapi mempunyai efek negatif bagi orang lain. Hal ini yang semestinya dihilangkan dari diri setiap manusia. Mungkin saja jika hal itu bisa diwujudkan tidak perlu lagi ada hukum di dunia ini. Karena tingkah laku tiap manusia semakin hari akan semakin baik. apakah memang bisa ?.. jawabannya hanya satu "tidak mungkin".
Memang susah untuk mengendalikan keinginan kita ketika rasa penasaran yang besar timbul. Kita selalu berusaha bagaimana agar memuaskan rasa penasaran itu. Berbagai macam cara akan ditempuh untuk memenuhinya. Hal ini akan sangat berguna bahkan memajukan ilmu pengetahuan jika rasa penasaran itu ada pada diri seorang yang pintar, jenius, tekun dan tentunya baik hati. lahirnya penemu besar seperti Albert Einstein, Thomas Alva Edison, Isaac Newton lahir berkat rasa penasaran ini. Tapi bagaimana jika hanya orang biasa yang mangalaminya. apalagi hanya orang iseng yang ingin tahu "sesuatu" dari orang lain, yang diliputi rasa penasaran itu. hasilnya adalah hanya menjadi "intruder" (baca :penyusup) bagi privasi orang lain.
Berawal hanya dari kesalahan kecil yang dianggap remeh tetapi mempunyai efek negatif bagi orang lain. Hal ini yang semestinya dihilangkan dari diri setiap manusia. Mungkin saja jika hal itu bisa diwujudkan tidak perlu lagi ada hukum di dunia ini. Karena tingkah laku tiap manusia semakin hari akan semakin baik. apakah memang bisa ?.. jawabannya hanya satu "tidak mungkin".
Sabtu, 10 November 2007
Keinginan Sumber Penderitaan
apa yang akan kita rasakan ketika keinginan yang paling kita inginkan bisa terwujud?.. tentunya perasaan senang luar biasa yang sangat amat. kemanapun kita pergi ketika perasaan kita sedang bahagia pasti ingin selalu tersenyum.melakukan apapun pasti akan lebih ringan tanpa ada halangan rasa malas atau apapun itu, karena apa???...karena hati kita sedang bahagia.itu semua terjadi ketika keinginan kita terwujud. nah sekarang yang jadi pertanyaan bagaimana bila tidak terwujud??,,tentunya kebalikan dari itu semua. ingin rasanya menghancurkan apa saja yang ada di depan kita. karena kita amat kecewa kenapa sampai tidak bisa terwujud. padahal sebelumnya mungkin sudah kita bayangkan bagaimana indahnya atau senangnya atau leganya atau apapun itu yang kita impikan.dan sekarang kita tidak mau menerima kenyataan bahwa semua yang kita harapkan tersebut tidak bisa terwujud.itu yang menjadi penyebab munculnya rasa kecewa.rasa tidak mau menerima kenyataan yang ada.rasa menyesal yang sangat dalam. dan tentunya akan berakibat buruk bagi diri kita.
apakah kita bisa merasa kecewa bila kita tidak "mengharap"? apakah kita akan merasa sakit hati atau apapun itu bila memang dari awal kita memang tidak memimpikan itu?? jawabannya adalah tidak. mungkin rasa gembira yang timbul juga tidak sebesar dengan jika ada harapan kita dari awal.tapi itu bukan yang terpenting.yang terpenting adalah kita tidak akan kecewa, kita tidak akan marah, menyesal, menangis, menghujat atau apapun itu.
mengingat sebuah kalimat dari seorang bijak yang mengatakan "keinginan adalah sumber penderitaan" memang benar adanya. semua yang tertulis di atas adalah bukti nyata dari kalimat ini. kenapa harus ada rasa kecewa? kenapa harus ada rasa menyesal? itu diawali dari keinginan kita sendiri. keinginan kita yang terlalu besar membuat diri kita lupa bagaimana jika keinginan tersebut tidak terpenuhi. sehingga ketika memang benar terjadi, kita tidak siap dengan keadaan itu dan sebagai seorang manusia biasa pasti akan mencari sebuah pelampiasan terhadap ketidaksiapan itu. entah itu menangis, marah, merenung atau bahkan yang terburuk bisa sampai bunuh diri. sangat tidak mengenakkan sekali mendengar kata "bunuh diri" dan semoga itu tidak sampai terjadi.
seorang manusia yang sukses adalah manusia yang bisa mengendalikan keinginannya sendiri. bukan dia yang dikendalikan oleh keinginannya. jika seperti itu tinggal tunggu waktu saja bahwa dia akan segera jatuh dan pasti akan sakit sekali. tapi apa semudah itu menjadi manusia yang sukses. tekad saja tidak cukup. dibutuhkan motivasi dan keinginan yang cukup kuat untuk melakukannya. tidak semua orang bisa melakukannya.
semoga tulisan ini bisa sedikit memberi kontribusi kepada kita tentang arti penting mengendalikan sebuah keinginan.sebagai manusia biasa yang juga masih belum bisa melakukannya saya juga masih berharap akan timbulnya suatu motivasi yang cukup kuat untuk melakukan itu semua.
Rabu, 10 Oktober 2007
ketika peringatan datang....
bingung rasanya ketika melihat seseorang yang kurang beruntung... banyak sekali ada di dunia ini orang-orang yang kurang beruntung..
betapa bersyukurnya Orang-orang yang beruntung bisa merasakan manisnya hidup. tapi apakah semua itu bisa disyukuri? jawabannya tidak selalu benar. Ada orang yang beruntung tapi tidak menyadari keberuntungannya tapi ada juga yang tidak beruntung tapi merasa dirinya orang yang paling beruntung di Dunia ini. dari dua sisi yang saling bertentangan ini mungkin Dunia bisa lebih baik bila di isi oleh orang yang kedua (tidak beruntung tapi merasa beruntung). dunia akan dipenuhi orang-orang yang selalu peduli dengan orang lain. Tidak akan ada orang yang Egois di dunia ini. sebenarnya Saya sendiri ini juga kadang menjadi orang paling Egois didunia tapi tidak menyadarinya...
tapi untung Allah maha pengasih dan penyayang yang selalu menuntun hambanya kepada jalan yang benar..
ketika seseorang tersesat terlalu jauh akan datang sebuah peringatan dari-NYA. bentuk dan wujudnya tidak tentu...
bisa saja sebuah kenikmatan yang luar biasa atau mungkin sebuah musibah yang sangat pedih. Dari sini bisa disadari, sampai kapankah bisa menjadi orang yang selalu merasa Beruntung. mungkinkah suatu hari nanti akan lupa bagaimana rasanya menjadi orang yang beruntung. Semoga itu tidak terjadi dan berharap Allah selalu membimbing..
tulisan ini ditulis ketika ada salah seorang teman yang sakit dan membutuhkan bantuan sekali dari orang lain...
semoga cepat Sembuh Teman...dan jadilah orang yang merasa paling Beruntung di Dunia ini.
betapa bersyukurnya Orang-orang yang beruntung bisa merasakan manisnya hidup. tapi apakah semua itu bisa disyukuri? jawabannya tidak selalu benar. Ada orang yang beruntung tapi tidak menyadari keberuntungannya tapi ada juga yang tidak beruntung tapi merasa dirinya orang yang paling beruntung di Dunia ini. dari dua sisi yang saling bertentangan ini mungkin Dunia bisa lebih baik bila di isi oleh orang yang kedua (tidak beruntung tapi merasa beruntung). dunia akan dipenuhi orang-orang yang selalu peduli dengan orang lain. Tidak akan ada orang yang Egois di dunia ini. sebenarnya Saya sendiri ini juga kadang menjadi orang paling Egois didunia tapi tidak menyadarinya...
tapi untung Allah maha pengasih dan penyayang yang selalu menuntun hambanya kepada jalan yang benar..
ketika seseorang tersesat terlalu jauh akan datang sebuah peringatan dari-NYA. bentuk dan wujudnya tidak tentu...
bisa saja sebuah kenikmatan yang luar biasa atau mungkin sebuah musibah yang sangat pedih. Dari sini bisa disadari, sampai kapankah bisa menjadi orang yang selalu merasa Beruntung. mungkinkah suatu hari nanti akan lupa bagaimana rasanya menjadi orang yang beruntung. Semoga itu tidak terjadi dan berharap Allah selalu membimbing..
tulisan ini ditulis ketika ada salah seorang teman yang sakit dan membutuhkan bantuan sekali dari orang lain...
semoga cepat Sembuh Teman...dan jadilah orang yang merasa paling Beruntung di Dunia ini.
Langgan:
Entri (Atom)